Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kegagalan Implementasi Business Intelligence

Faktor  yang mengakibatkan implementasi BI  mengalami kegagalan  antara lain ditunjukkan dengan adanya rendahnya konsistensi dukungan pimpinan terhadap proyek  BI itu sendiri dan rendahnya tingkat kerjasama antar-bagian di organisasi dalam upaya mewujudkan BI. Selalu dilaksanakan, organisasi yang bersangkutan harus mampu mendefinisikan informasi Practical Approach Terdapat beberapanisasi berjalan sukses.  Hal ini sangat penting diperhatikan karena upaya implementasi BI biasanya akan membutuhkan sumber daya (dana, waktu, tenaga) yang cukup besar.

Faktor-faktor tersebut adalah Perencanaan yang kurang matang Implementasi BI tidak mungkin berhasil tanpa perencanaan yang matang. Koain hal di atas, kurang jelasnya kebutuhan informasi yang ingin didapatkan dari pengembangan BI juga berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan. Sebelum Practical Approach Terdapat beberapanisasi berjalan sukses. Hal ini sangat penting diperhatikan karena upayalementasi BI biasanya akan membutuhkan sumber daya (dana, waktu, tenaga) yangtif cukup besar. Faktor-faktor  tersebut  adalah Perencanaan yang kurang matang Implementasi BI tidak mungkin berhasil tanpa perencanaan yang matang. Koain hal di atas, kurang jelasnya kebutuhan informasi yang ingin didapatkan dari pengembangan BI juga berpotensi menurunkan tingkat  keberhasilan. Sebelum apa saja yang dibutuhkan, data-data apa saja yang perlu dianalisis, dan dimanasajakah data-data tersebut dikelola. Kemudian, siapa sajakah yang terkait dengangaimana bentuk informasi yang diharapkan.

Faktor  paling  krusial pada pengembangan BI di suatu organisasi adalah kejelasan  bagaimana proses kerja organisasi yang  bersangkutan dan dimana data-data dan informasi organisasi disimpan atau dikelola. Selain itu tujuan dan strategi organisasi,  sejarah perkembangan  juga menjadi informasi yang  penting.  Pihak outsourcing (vendor ) BI tidak mungkin mengetahui informasi yang lengkap dan detail mengenai hal-hal tersebut dengansendirinya tanpa bantuan dari pegawai organisasi yang bersangkutan. Pihak outsourcing BI hanya bertindak sebagai tenaga yang  membantu membuat  sistem, tapi bentuk sistem dan kebutuhan apa saja yang  diperlukan hanya organisasilah yang mengetahui dengan baik.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pendekatan Implementasi Business Intelligence

Dalam  membangun dan  mengimplementasikan  BI di suatu organisasi, terdapat 3(tiga) pendekatan  yang  bisa digunakan . Masing-masing dari pendekatan  tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan,   dimana pilihan dari strategi  tersebut  berdasarkan kondisi dan kebutuhan organisasi yang akan membangun  BI. Pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Top-down Approach

Pendekatan top-down sangat  tepat bagi suatu organisasi yang  akan membangun  BI dimana pada waktu yang bersamaan organisasi tersebut juga sedang mlakukan ineering) secara menyeluruh diseluruh aspek organisasi.  Pada pendekatan ini,  kerangka data warehouse secara menyeluruh (enterprise data warehouse) harus disusun terlebih, baru  kemudian diikuti oleh data warehouse departemental (data mart ).

Kelebihan dari pendekatan ini adalah :

Pembangunan BI langsung mencakup data seluruh organisasi

Kerangka  BI akan  lebih  terstruktur,  bukan  gabungan  dari berbagai  data mart (dataparsial)

Penyimpanan data menjadi terpusat

Kontrol informasi dapat dilakukan secara tersentralisasi Adapun kelemahan pendekatan ini yang  harus diantisiapasi adalah : Waktu implementasi lebih lama

Risiko kegagalan relatif tinggi karena kerumitannya Membutuhkan biaya yang relatif  besar.

2. Departemental  data warehouse

Baru warehouse organisasi secara keseluruhan.si yang  memprioritaskan setelah sukses dike departemen lainnya. la dan lebih cepat memperlihatkan  hasil latif lebih kecil art di masing-masing dikelola Bottom-up Approach Kebalikan dengan pendekatan sebelumnya, dalam pendekatan bottom-up BI yang disusun justru dari tingk  kemudian diintegrasikan  menjadi data Pendekatan ini sangat  tepat bagi kebutuhan suatu organisasi pembangunan BI di suatu departemen terlebih dahulu. Kemudian departemen tersebut akan dilanjtukan. Kelebihan dari pendekatan ini adalah :

  • -Implementasi lebih mudah untuk dikelo
  • -Risiko kegagalan re
  • -Bersifat  incremental , dimana data mart  yang  penting  dapat dijadwalkan lebih awal
  • -Memungkinkan anggota tim  proyek untuk belajar dengan baik

Adapun kelemahan pendekatan ini yang harus diantisiapasi adalah :

ü  -Tiap data mart  merupakan departmental-view

ü  -Memungkinkan terjadinya duplikasi data di setiap data  departemen

ü  -Data tidak konsisten dan data sulit direkonsiliasi

ü  -Terdapat banyak interfaceyang  sulit

3. Pendekatan ini mengkombinasikan ke-dua pendekatan sebelumnya untuk mendapatkan kelebihannya. Dalam pendekatan ini,  pengembangan BI di suatuorganisasi akan dimulai dengan perencanaan dan pendefinisian arsitektur  kebutuhan data warehouse organisasi secara keseluruhan (standardisasi). Baru kemudian akandilakukan serangkaian  pembuatan  BI pada tiap departemen yang membutuhkan.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Elemen-elemen Pengembangan Business Intelligence

  • Data Warehouse

Data warehouse

Merupakan  tempat  penyimpanan untuk  ringkasan dari data historis  yang  diambil dari basis data-basis data yang  tersebar di suatu organisasi. Data warehouse mengumpulkan  semua data  perusahaan dalam satu tempat agar dapat diperoleh pandangan  yang  lebih  baik dari suatu proses bisnis/kerja dan  meningkatkan kinerja  organisasi. Data warehouse Mendukung  proses  pembuatan keputusan  manajemen Tujuan utama dari  pembuatan data warehouse adalah untuk menyatukan data yang  beragam  ke dalam  sebuah tempat penyimpanan  dimana  pengguna  dapat dengan mudah  menjalankan query (pencarian data),  menghasilkan laporan, dan melakukan analisis. Salah satu  keuntungan yang  diperoleh dari keberadaan data warehouse adalah  dapat  meningkatkan efektifitas  pembuatan  keputusan terhubung  ke data warehouse  yang telah ada.

Ada beberapa karakteristik dari datamart yang  membedakannya dengan data warehouse,  yaitu :

- Data mart hanya berfokus pada satu kebutuhan pengguna dengan satu departemen atau fungsi bisnis

-Data mart tidak secara normal berisi data operasional terperinci

- Data mart berisi lebih sedikit data dari yang ada dalam data warehouse,lebih mudah dimengerti dan dipahami.

• Kubus data (cube), adalah unit  pemrosesan data yang terdiri dari tabel fakta dan dimensi dalam suatu data warehouse.

• Aggregation, adalah hitungan awal dari data numerik. Dengan menghitung  dan menyimpan  jawaban  dari query yang  sebelumnya  telah dibuat, waktu proses query dapat lebih cepat.  Dengan adanya agregasi, data yang jumlahnya ribuan atau bahkan ratusan ribu dalam suatu basis data multidimensi dapat dicari dengan mudah dan tidak memakan banyak waktu. Agregasi ini merupakan pondasi dari pembentukan kubusdata, karena mengorganisir kumpulan data kedalam struktur data basis data multidimensi sehingga menghasilkan respon time yang cepat.

  • Data Mining

Data Mining seringkali diartikan dengan “menulis banyak laporan  dan query”. Namun  pada  kenyataannya kegiatan data mining tidak melakukan pembuatan laporan  dan query sama sekali.

Data mining dilakukan dengan tool khusus,  yang  mengeksekusioperasi data yang  telah didefinisikan berdasarkan model analisis.

Data mining Adalah ekstraksi informasi atau pola yang  penting  atau menarik dari data yang berada pada basis12 data yang besar yang  selama ini tidak diketahui tetapi  mempunyai potensi  informasi yang  bermanfaat.

Konsep data mining muncul dikarenakan timbulnya data explosion akibat dari penumpukan data oleh sistem pengolahan basis data terpadu di suatu organisasi. Proses data mining menggunakan berbagai perangkat analisis data untuk menemukan pola danhubungan  dalam  data yang  mungkin dapat digunakan untuk membuat prediksi yangvalid. Data mining menganalisis data untuk  menemukan informasi yang  tersembunyi pada sejumlah besar data yang disimpan. Data mining merupakan proses yang berbeda dengan analisis statistik biasa.

  • OLAP (Online Analytical Processing)

OLAP merupakan kunci dari BI, yang  digunakan untuk menganalisisis data  dan informasi yang  pada akhirnya akan menjadi dasar basis  Decision Support System (DSS)dan Expert Infotmation System (EIS). Beberapa aktivitas yang dapat  dilakukan melalui OLAP antara lain seperti :

menlakukan query , meminta laporan yang ad hoc,  mendukunganalisis statistik,  analisis interaktif,  serta membangun aplikasi  multimedia.  OLAP  merupakan  proses komputer  yang  memungkinkan pengguna dapat dengan mudah  dan selektif  memilih dan  melihat   data dari sudut  pandang  yang berbeda-beda. Data pada OLAP disimpan dalam basis data multidimensi.  Jika pada basis data relasional terdiri dari dua dimensi, maka pada basis data multidimensi terdiri dari banyak dimensi yang  dapat dipisahkan oleh OLAP  menjadi  beberapa sub atribut. OLAP dapat digunakan untuk data mining atau menemukan hubungan antarasuatu item yang belum ditemukan. Pada basis data OLAP tidak perlu memiliki ukuran besar seperti data warehouse,  karena tidak semua transaksi membutuhkan analisis tren. Dengan menggunakan open database connectivity (ODBC), data dapat diimpor dari basisdata relasional menjadi suatu basis data multidimensi untuk OLAP.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Implementasi Business Intelligence di Lembaga Pemerintah

Sistem  BI yang biasanya digunakan di organisasi profit  telah digunakan juga diberbagai lembaga pemerintahan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan layanan kepada publik, efisiensi biaya, dan efektifitas kerja yang diembankan kepada  .Dalam  mengimplementasikan BI di suatu lembaga pemerintah, hal utama yang harus diperhatikan adalah bahwa BI  harus mendukung  pencapaian visi,  misi,  dan strategi organisasi dalam  mencapai tingkat  kinerja organisasi (organization performance) yang diinginkannya.  BI  harus sepenuhnya membantu organisasi dalam   melaksanakan  tugas yang  diembannya. BI harus menyatu dengan proses pekerjaan itu sendiri dan menghasilkan informasi-informasi yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Manfaat Business Intelligence Bagi Organisasi Non-Profit

Beberapa manfaat yang bisa didapatkan bila suatu organisasi non-profit mengimplementasikan BI adalah sebagai berikut :

 Meningkatkan nilai data dan informasi organisasi
Melalui pembangunan BI, maka seluruh data dan informasi dapat diintegrasikan sedemikian rupa sehingga menghasilkan dasar pengambilan keputusan yang lengkap.Informasi-informasi yang dulunya tidak dicakupkan sebagai salah satu faktor pengambilan keputusan (terisolasi) dapat dengan mudah dilakukan ‘
connect and combine’ dengan menggunakan BI. Data dan informasi yang dihasilkan pun juga menjadi lebih mudah diakses dan lebih mudah untuk dimengerti (friendly-users infos).
 Memudahkan pemantauan kinerja organisasi
Dalam mengukur kinerja suatu organisasi seringkali dipergunakan ukuran yang disebut Key Performance Indicator
(KPI). KPI tidak melulu diukur dengan satuan uang, namun dapat juga berdasarkan kecepatan pelaksanaan suatu layanan. BI dapat dengan mudah menunjukkan capaian KPI suatu organisasi dengan mudah, cepat dan tepat. Dengan demikian akan memudahkan pihak-pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk menentukan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.
 Meningkatkan nilai investasi TI yang sudah ada
BI tidak perlu/harus mengubah atau menggantikan sistem informasi yang sudah digunakan sebelumnya. Sebaliknya, BI hanya menambahkan layanan pada sistem-sistemtersebut sehingga data dan informasi yang sudah ada dapat menghasilkan informasi yang komprehensif dan memiliki kegunaan yang lebih baik.
 Menciptakan pegawai yang memiliki akses informasi yang baik (well-informed workers)
Dalam melaksanakan pekerjaannya sehari-hari, seluruh level dari suatu organisasi(mulai dari pegawai/bawahan sampai dengan pimpinan) selalu berkaitan dan/atau membutuhkan akses data dan informasi. BI mempermudah seluruh level pegawai dalam mengakses data dan informasi yang diperlukan sehingga membantu membuat suatu keputusan. Jika kondisi seperti ini tercapai, maka misi dan strategi organisasi yang sudah ditetapkan dapat dengan lebih mudah terlaksana serta terpantau tingkat pencapaiannya.
 Meningkatkan efisiensi biaya
BI dapat meningkatkan efisiensi karena mempermudah seseorang dalam melakukan pekerjaan : hemat waktu dan mudah pemanfaatannya. Waktu yang dibutuhkan untuk mencari data dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan menjadi semakin singkat dan cara untuk mendapatkannya pun tidak memerlukan pengetahuan(training) yang rumit.

Daftar Pustaka :

The Value of BI for Association Executives, Mike Steadman ,  Association Xpertise Inc., 2003

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Definisi Business Intelligence

Dewasa ini penggunaan teknologi informasi yang diintegrasikan dengan proses pekerjaan di suatu organisasi sudah menjadi kebutuhan mutlak. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan dari organisasi tersebut untuk meningkatkan kemampuannya dalam menganalisis masalah-masalah yang dihadapinya serta dalam pengambilan keputusan. Ketersediaan data dan informasi yang lengkap, benar dan tepat sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kelangsungan hidup suatu organisasi.

Business Intelligence

(BI) merupakan salah satu bentuk implementasi yang mampu menjawab kebutuhan di atas. BI telah banyak digunakan oleh organisasi-organisasi dalam mengelola data dan informasi sampai dengan dukungan pengambilan keputusan. Secara ringkas, BI dapat diartikan sebagai pengetahuan yang didapatkan darihasil analisis data yang diperoleh dari kegiatan (usaha) suatu organisasi. BI biasanyadikaitkan dengan upaya untuk memaksimalkan kinerja suatu organisasi.

Business Intelligence System

merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk jenis aplikasi ataupun teknologi yang digunakan untuk membantu kegiatan BI, seperti mengumpulkan data, menyediakan akses, serta menganalisa data dan informasi mengenai kinerja perusahaan.

Business Intelligence

(BI) merupakan sistem dan aplikasi yang berfungsi untuk mengubah data-data dalam suatu perusahaan atau organisasi (data operasional, datatransaksional, atau data lainnya) ke dalam bentuk pengetahuan. Aplikasi ini melakukan analisis data-data di masa lampau, menganalisisnya dan kemudian menggunakan pengetahuan tersebut untuk mendukung keputusan dan perencanaan organisasi.Definisi BI  lainnya adalah yang  sebagaimana diungkapkan oleh DJ Powers

Business Intelligence

menjelaskan tentang suatu konsep dan metode bagiamana untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan bisnis berdasarkan sistem yang berbasiskan data. BI seringkali dipersamakan sebagaimana briefing books, report and query tools, dan sistem informasi eksekutif.  BI  merupakan sistem pendukung pengambilan keputusan yang  berbasiskan data-data”.

Daftar Pustaka :

A Brief History of Decision Support Systems, D J. Power, DSSResources.com, 2002

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar