Pendekatan Implementasi Business Intelligence

Dalam  membangun dan  mengimplementasikan  BI di suatu organisasi, terdapat 3(tiga) pendekatan  yang  bisa digunakan . Masing-masing dari pendekatan  tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan,   dimana pilihan dari strategi  tersebut  berdasarkan kondisi dan kebutuhan organisasi yang akan membangun  BI. Pendekatan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Top-down Approach

Pendekatan top-down sangat  tepat bagi suatu organisasi yang  akan membangun  BI dimana pada waktu yang bersamaan organisasi tersebut juga sedang mlakukan ineering) secara menyeluruh diseluruh aspek organisasi.  Pada pendekatan ini,  kerangka data warehouse secara menyeluruh (enterprise data warehouse) harus disusun terlebih, baru  kemudian diikuti oleh data warehouse departemental (data mart ).

Kelebihan dari pendekatan ini adalah :

Pembangunan BI langsung mencakup data seluruh organisasi

Kerangka  BI akan  lebih  terstruktur,  bukan  gabungan  dari berbagai  data mart (dataparsial)

Penyimpanan data menjadi terpusat

Kontrol informasi dapat dilakukan secara tersentralisasi Adapun kelemahan pendekatan ini yang  harus diantisiapasi adalah : Waktu implementasi lebih lama

Risiko kegagalan relatif tinggi karena kerumitannya Membutuhkan biaya yang relatif  besar.

2. Departemental  data warehouse

Baru warehouse organisasi secara keseluruhan.si yang  memprioritaskan setelah sukses dike departemen lainnya. la dan lebih cepat memperlihatkan  hasil latif lebih kecil art di masing-masing dikelola Bottom-up Approach Kebalikan dengan pendekatan sebelumnya, dalam pendekatan bottom-up BI yang disusun justru dari tingk  kemudian diintegrasikan  menjadi data Pendekatan ini sangat  tepat bagi kebutuhan suatu organisasi pembangunan BI di suatu departemen terlebih dahulu. Kemudian departemen tersebut akan dilanjtukan. Kelebihan dari pendekatan ini adalah :

  • -Implementasi lebih mudah untuk dikelo
  • -Risiko kegagalan re
  • -Bersifat  incremental , dimana data mart  yang  penting  dapat dijadwalkan lebih awal
  • -Memungkinkan anggota tim  proyek untuk belajar dengan baik

Adapun kelemahan pendekatan ini yang harus diantisiapasi adalah :

ü  -Tiap data mart  merupakan departmental-view

ü  -Memungkinkan terjadinya duplikasi data di setiap data  departemen

ü  -Data tidak konsisten dan data sulit direkonsiliasi

ü  -Terdapat banyak interfaceyang  sulit

3. Pendekatan ini mengkombinasikan ke-dua pendekatan sebelumnya untuk mendapatkan kelebihannya. Dalam pendekatan ini,  pengembangan BI di suatuorganisasi akan dimulai dengan perencanaan dan pendefinisian arsitektur  kebutuhan data warehouse organisasi secara keseluruhan (standardisasi). Baru kemudian akandilakukan serangkaian  pembuatan  BI pada tiap departemen yang membutuhkan.

Tentang irmanursanti

Irma Nursanti,
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s